Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AMALAN DI BULAN RAJAB MANA DALILNYA?

 


Hukum melaksanakan puasa Rajab selalu menjadi perbincangan di kalangan masyarakat apakah dianjurkan atau dilarang. Setiap masuk bulan Rajab selalu saja ada yang mempertanyakan kebolehan amal baik itu. Alasannya adakah hadis spesifik tentang kesunnahan puasa Rajab atau pernahkah Rasulullah SAW mengerjakannya. 

Secara prinsip, Rajab memang memiliki kedudukan khusus. Ia termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah ﷻ. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ 

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Karena itu, para ulama sepakat bahwa memperbanyak kebaikan dan menjauhi maksiat di bulan Rajab adalah hal yang dianjurkan, sebagaimana di bulan-bulan haram lainnya.

Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan adalah hadis dari Ibnu ‘Abbas Ra, melalui jalur Sa‘id bin Jubair:

سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ، فَقَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ.


“Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim) 

Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan Sunan Abi Dawud, dan statusnya shahih. Supaya lebih jelas, Imam Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan:

 الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أن لا نهي عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها 

“Maksud Sa’id Ibn Jubair berdalil dengan hadis ini adalah pada dasarnya Rasulullah SAW tidak melarang puasa Rajab dan tidak pula menyunnahkannya. Akan tetapi, hukum puasa Rajab sama dengan puasa di bulan lain. Tidak ada dalil spesifik yang melarang puasa Rajab dan menyunnahkannya. Pada hakikatnya, hukum puasa adalah sunnah. Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram dan Rajab salah satu dari bulan tersebut.”

Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kebiasaan Nabi ﷺ dalam puasa sunnah secara umum, kadang beliau berpuasa berturut-turut dan kadang beliau meninggalkannya dalam waktu lama. 

Dalam Mazhab Syafi‘i, sikap terhadap Rajab sangat seimbang dan bijak. Imam Syafi‘i tidak pernah menetapkan ibadah khusus Rajab berdasarkan hadis tertentu, namun beliau dan para ulama Syafi‘iyyah menganjurkan puasa di bulan-bulan haram secara umum.

Imam Nawawi dalam kitab lain yaitu majmu' syarh muhazzab menjelaskan bahwa puasa di bulan haram adalah mustahab (dianjurkan), termasuk Rajab tanpa keyakinan adanya pahala khusus yang tidak berdalil. Dengan demikian, puasa di bulan Rajab hukumnya boleh dan baik.

Rajab bukan bulan kosong, tetapi juga bukan bulan ritual baru. Ia adalah bulan yang dimuliakan dengan cara memuliakan syariat. Inilah adab ilmiah para ulama salaf yaitu menghidupkan ibadah tanpa melampaui dalil. Intinya, bagi yang ingin berpuasa silahkan dan yang tidak berpuasa tidak masalah.

Posting Komentar untuk "AMALAN DI BULAN RAJAB MANA DALILNYA?"