Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BUKU THE QUR'ANYTHING: CARA BARU JATUH CINTA PADA AL-QUR'AN

 


Di tengah banyaknya buku tafsir yang tebal dan sarat istilah akademik, The Qur’anything hadir sebagai angin segar. Buku karya Lora Ismail Al-Ascholy ini tidak menawarkan tafsir dalam arti teknis seperti kitab-kitab klasik, melainkan ruang perenungan tempat pembaca diajak berdialog dengan Al-Qur’an secara lebih personal dan membumi.

Judul The Qur’anything sendiri sudah memberi isyarat kuat bahwa Al-Qur’an bisa menjelaskan tentang apa saja (anything) dalam hidup manusia. Mulai dari keresahan, luka batin, harapan, kegagalan, hingga pencarian makna hidup. Buku ini seolah ingin mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan kitab yang jauh di langit, tetapi hadir dan relevan di tengah keseharian manusia modern.

Buku ini membahas beberapa surat pendek Al-Qur’an yang sangat familiar di telinga umat Islam, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-‘Alaq, Al-Qadr, dan lainnya. Namun yang menarik, surat-surat tersebut tidak dibahas dengan pendekatan fiqh atau tafsir lughawi yang berat, melainkan dengan pendekatan tadabbur dan refleksi makna.

Lora Ismail Al-Ascholy menulis seolah sedang mengajak pembaca ngobrol santai. Ayat-ayat Al-Qur’an dikaitkan dengan realitas hidup tentang bagaimana manusia sering meminta pertolongan tanpa kesungguhan ibadah, tentang ketergantungan makhluk kepada Tuhan, tentang kelelahan hidup, dan tentang harapan yang sering terputus. Semua itu dirangkai dengan bahasa yang ringan, kadang puitis, namun tetap menyentuh kedalaman makna.

Sebagai contoh, ketika membahas Al-Fatihah, penulis tidak berhenti pada makna literal, tetapi mengajak pembaca merenungkan urutan doa seperti beribadah terlebih dahulu sebelum meminta pertolongan. Dari sini pembaca diajak bercermin, sudahkah ibadah kita sungguh-sungguh, ataukah kita hanya sibuk menuntut pertolongan?

Kekuatan utama The Qur’anything terletak pada gaya bahasa dan kedekatan emosionalnya. Buku ini tidak menggurui, tidak memaksa, dan tidak memamerkan kedalaman ilmu secara kaku. Justru dengan kesederhanaannya, pesan Al-Qur’an terasa lebih hidup dan mengalir ke hati.

Buku ini juga cocok dibaca secara perlahan, tidak harus tuntas sekali duduk. Setiap bab bisa menjadi bahan renungan harian, bahkan refleksi pribadi setelah membaca Al-Qur’an atau shalat.

The Qur’anything sangat cocok untuk:

  • Pembaca awam yang ingin memahami Al-Qur’an tanpa merasa “takut” dengan istilah ilmiah

  • Anak muda yang mencari makna hidup melalui Al-Qur’an

  • Pembaca yang ingin mencintai Al-Qur’an melalui rasa, bukan sekadar logika

  • Siapa pun yang ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai teman dialog batin

Namun bagi pembaca yang mencari tafsir akademik lengkap dengan perdebatan ulama dan analisis bahasa Arab yang mendalam, buku ini memang bukan itu tujuannya.

The Qur’anything adalah buku yang berhasil membumikan Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari. Ia tidak hadir sebagai kitab tafsir yang berat, tetapi sebagai jembatan rasa untuk menghubungkan ayat-ayat Ilahi dengan denyut kehidupan manusia.

Buku ini layak dibaca bagi siapa saja yang ingin jatuh cinta kembali pada Al-Qur’an, bukan hanya sebagai bacaan ritual, tetapi sebagai cahaya yang menemani perjalanan hidup.

2 komentar untuk "BUKU THE QUR'ANYTHING: CARA BARU JATUH CINTA PADA AL-QUR'AN"

  1. Cukup memberikan gambaran tentang buku yang indah ini ✨✨✨

    BalasHapus
  2. setujuu banget kak, keren banget emang loraa🌻

    BalasHapus