KITAB ALFIYYAH AL-KHOLILI TENTANG SENI MENULIS DALAM TRADISI ULAMA
Di tengah banyaknya kitab Alfiyyah yang lahir untuk mengabdi pada disiplin ilmu tertentu seperti nahwu, sharaf, atau balaghah Alfiyyah Taʿrīf wa at-Taṣnīf karya Lora Muhammad Ibrahim Amin Al-Kholilī hadir sebagai karya yang unik. Alfiyyah ini tidak terikat pada satu cabang ilmu tertentu, melainkan berdiri sendiri untuk berkhidmat kepada seluruh ilmu, khususnya dalam aspek kepenulisan kitab (at-taʾlīf wa at-taṣnīf).
Kitab ini dapat disebut sebagai peta besar peradaban tulis-menulis ulama Islam, disusun dalam bentuk nadzam panjang yang memudahkan hafalan sekaligus pendalaman makna.
Fokus Utama Kitab: Adab dan Metodologi Kepenulisan
Tidak sekadar menjelaskan bagaimana ulama menulis, kitab ini juga mengurai mengapa dan untuk apa sebuah karya ilmiah lahir. Di antara pembahasan penting dalam kitab ini adalah:
-
Cara penamaan kitab yang benar, baik dari sisi makna, tujuan, maupun keberkahannya
-
Syarat-syarat seorang mushonnif (penulis kitab), mencakup keilmuan, amanah ilmiah, dan kesiapan mental
-
Niat, tujuan, dan faedah menulis, yang menjadi ruh utama sebuah karya agar bernilai ibadah
-
Waktu-waktu yang dipilih ulama untuk menulis, termasuk malam, safar, hingga masa uzlah
-
Tempat yang ideal untuk menulis, dengan pertimbangan ketenangan dan fokus
-
Perbandingan antara at-taʾlīf (menulis) dan at-tadrīs (mengajar): mana yang lebih kekal dan berdampak
-
Tantangan dan kesulitan yang dihadapi mushonnif, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun tekanan sosial
-
Bahaya mencuri karya orang lain (plagiarisme), yang sejak dulu telah diperingatkan oleh para ulama
-
Ritual dan kebiasaan spiritual ulama saat menulis, seperti doa, puasa, dan shalat sunnah
-
Karomah atau keajaiban yang tampak saat proses penulisan
-
Kitab-kitab berbahaya yang oleh para ulama diperingatkan atau bahkan “diharamkan” untuk dibaca tanpa bimbingan
Semua pembahasan ini menunjukkan bahwa menulis kitab dalam tradisi Islam bukan aktivitas teknis semata, tetapi sebuah laku spiritual dan tanggung jawab peradaban.
Ensiklopedia Para Mushonnif dan Keunikan Mereka
Salah satu daya tarik besar kitab ini adalah daftar panjang para mushonnifin lengkap dengan kisah-kisah unik mereka. Di antaranya:
-
Ulama yang pertama kali menggagas suatu cabang ilmu
-
Ulama yang menulis ratusan bahkan ribuan kitab
-
Ulama yang menulis kitab lalu membakarnya, karena merasa belum layak disebarkan
-
Ulama yang menulis kitab khusus untuk anaknya
-
Ulama yang tetap menulis dalam perjalanan (safar)
-
Ulama yang mulai menulis sejak usia sangat muda
-
Ulama yang menyelesaikan kitab dalam waktu sangat singkat, atau justru puluhan tahun
-
Ulama yang menulis dalam keadaan sakit
-
Ulama yang meninggal dunia saat pena masih di tangan
Semua kisah ini membentuk kesadaran bahwa ilmu tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari kesungguhan, pengorbanan, dan keikhlasan.
Dalam khazanah pesantren, Taʿrīf wa at-Taṣnīf berfungsi sebagai kitab adab intelektual. Ia tidak mengajarkan isi suatu ilmu, tetapi cara berkhidmat kepada ilmu itu sendiri. Karena itu, kitab ini relevan dibaca oleh siapa saja baik santri, guru, penulis, akademisi, hingga peneliti modern.
Disusunnya kitab ini dalam bentuk Alfiyyah yang berindikasi nadzamnya panjang juga menunjukkan keseriusan penulis untuk menjadikannya kitab rujukan jangka panjang, bukan sekadar esai atau risalah singkat.
Alfiyyah Taʿrīf wa at-Taṣnīf adalah pengingat bahwa menulis bukan hanya soal produktivitas, tetapi amanah. Kitab ini mengajarkan bahwa sebuah karya ilmiah bukan dinilai dari tebalnya, viralnya, atau banyaknya sitasi, melainkan dari niat, kejujuran ilmiah, dan manfaatnya bagi umat.
Bagi siapa pun yang ingin menulis dalam tradisi Islam atau sekadar ingin memahami bagaimana para ulama membangun peradaban lewat pena, kitab ini layak dibaca, dikaji, dan direnungkan.

Posting Komentar untuk "KITAB ALFIYYAH AL-KHOLILI TENTANG SENI MENULIS DALAM TRADISI ULAMA"